Feeds:
Posts
Comments

Indonesia identik dengan masakan khas aneka rasa dan macam. Namun pada intinya semua kembali ke penamaan dan system pengolahan. Dan pada dasarnya semua masakan itu sama. Dari sebuah hasil pemikiran kreatif seorang creator demi memanjakan lidah dan menggembungkan perut. kadang ada lho demi sebuah rasa…..sebuah masakan bisa mengabaikan faktor tampilan. hanya karena terlihat buruk rupa. namun ketika sampai di lidah….rasanya pun hampir enaknya setengah gila. tapi tergantung juga dengan siapa yang membikinnya. the real masaker ato bukan. tapi pada intinya semua bisa memasak….jadi inget film Ratatouille!!!…(tikus aja bisa masak, apalagi orang….!!!! intinya asal ada kemauan sih…)

tanpa bermaksud menggurui, memasaklah dengan ikhlas, jujur dan tanggung jawab. (ikhlas bahwa masakanmu akan di santap orang, jujur bahwa lidah tiap orang beda-beda tingkat resap-nya, tapi justru jujurlah pada lidahmu sendiri(bilang gak enak kalo emang hasilnya gak enak!!!) dan yang terakhir “tanggung jawab”. jangan pernah membuang hasil masakanmu se-pahit-getir apapun itu. cicipilah walau secuil. setidaknya anda bisa merasakan feel anda di dalam masakan anda. bagaimanapun juga masakan yang tidak sempurna adalah cemeti amarasuli(ngambil istilahnya mak lampir), buat kedepan agar kita bisa belajar dari kesalahan.  dan berjanjilah untuk tidak mengulang masakan dengan rasa yang se-getir-pahit itu tadi. niscaya, kalo anda “believe” pada kemampuan anda, pasti akan ada titik terang. dan hukum yang tak tertulis dari sang masaker adalah SABAR. kayaknya gak perlu dijelaskan lagi deh.

mengapa harus RAWON…..sesuai dengan judulnya, why?

siapa sih yang gak tau rawon. segumpal jawa timur pun tau apa itu rawon, di papua-pun ada warung rawon….

intinya se-endonesa tahu apa itu rawon.  jadi let’s get the rawon begin….

karena Citra rawon yang kesannya “ugly duckling” buanget….kita akan nama masakan rawon berikut menjadi RAWON DerWomen….udah gak jaman RAWON SETAN….

Bumbu yang dihaluskan:

  • KLUWEK 6 butir, kalo kurang pekat bisa ditambahi sesuai selera.
  • bawang merah satu bongkol.
  • bawang putih setengah bongkol.
  • ketumbar satu sendok makan
  • jinten setengah sendok makan
  • kunir satu ruas yang segedhe jempol anak sd kelas 3
  • laos kuku jempol kaki anak sd kelas 5.
  • cabe merah besar dua-3 biji. 4 juga gak papa….
  • jahe (bisa di pake bisa enggak. bagus buat kesehatan, jadi gak masalah)
  • TRIoke….secukupnya. (maksudnya garam satu sendok teh, gula setengah sendok teh, dan penyedap rasa sesukanya)

bumbu-bumbu diatas dihaluskan. jangan malas-malas. lembutkan dengan media cobek. jangan menggunakan mesin blending. pada saat mengulek (menghaluskan) aura yang memancar dari tangan anda akan mengalir ke bumbu-bumbu yang dihaluskan tadi. di jamin deh kalo punya sugesti yang kuat. pasti makin pede kalo hasilnya akan menjadi oke. beda dengan di blender, orang jowo bilang kurang sedep!!!!

setelah dilembutkan, dan yakin kan benar-benar lembut tumis deh dengan minyak tiga sendok makan di atas kompor dengan api besar di atas panci aja jangan wajan. karena sekalian untuk kuah dan finishing “place”nya dan rasakan bunyi kreseng-nya…..curi-curi aromanya…..langsung deh di tambah dengan:

  • dua batang serai yang telah di”bantai” habis-habisan….
  • tiga-5 daun jeruk purut.
  • daun bawang, secukupnya (kalo gue sih beli 500 rupiah dan di ambil setengah.) di iris kurang lebih 7 cm. ah gak penting sih, asal jangan pendek-pendek aja.

setelah ketiga bahan tambahan tadi di campur…..tumis terus dan rasakan sekali lagi baunya………kalo udah dapat!!!! kecilkan api dan……..

by the way, jauh sebelum kita mengolah bumbu, jangan lupa lho ya, merebus dagingnya. bisa sapi bisa kambing dan bisa juga yang laen….yah. pokoknya di rebus dan sudah dalam kondisi teriris sesuai kebutuhan porsi. bisa kecil-kecil, sedang-sedang ato big size. rebus sampe daging ebnar-benar empuk sekitar 1/2-1 jam. lebih oke jika pake presto….kalo gak ada presto…pinjem tetangga sebelah….kalo tetangga sebelah juga gak punya presto . terpaksa cara konvensional aja……dan inget, kaldu atau air hasil rebusan daging ini, akan menjadi cikal bakal kuah rawon…..jadi bisa dikira-kira airnya kudu seberapa. di cocokkan sama dagingnya ada berapa kilo. disini ane gak sebutin dagingnya berapa airnya berapa. belajar menggunakan insting aja. rebus daging dengan air yang “kacap”. maksudnya jangan sampai daging pada rebusan tadi mengambang. jadi air di permukaan panci itu datar dengan keadaan daging(tanpa mengambang atau tenggelam). ih ribet banget yaaa….pokoknya sesuaikan dengan jumlah daging deh tuh air. kalo ke banyakan juga gak papa sih. asal jangan sampeh berlebih. biar gak terlalu lama ngerebusnya. pheuuh!!

setelah  tadi kita sempet kecilkan api saat menumis bumbu yang dihaluskan, akhirnya kita bisa masukkan tuh rebusan daging(beserta airnya). sedikit demi sedikit. rasakan bunyi kreseng-nya….. dan gunakan perasaan untuk menuangnya. ya iya lah, kalo grusa-grusu entar ambyar!!! gak jadi deh rawonnya….walah gak penting yaa!!!!

setelah tercampur….aduk-aduk sebentar  dan cicipi, apa yang kurang, biasanya sih masalah asin gak nya. gurih enggaknya, tapi percayalah, memanfaatkan kegurihan kaldu rebusan daging tadi dari pada sebuah penyedap rasa buatan adalah sebuah tindakan bijaksana.  dan semuanya kembali ke selera…..icip-icip terus. sampe pas deh…. apa yang kurang, apa yang ngganjel….intinya belajarnya sensitif dengan rasa…..

sambil menunggu rawon tadi di atas api sedang, dengan kuah yang mendidih…..

siapkan:

cabe merah besar 4 biji, yang kecil 4 biji, tergantung juga mau pedes banget apa enggak, dan jangan lupa terasi/balacan (segedhe jempol kuku sampeyan)……tapi kalo gak ada terasi, jangan pake jempol anda sebagai gantinya…..minta ke tetangga ato beli aja….

goreng semuanya di atas wajan dengan minyak secukupnya….

jangan sampe gosong, rasakan aroma terasinya…jangan sampe hitam…goreng cukup 1,5 menit dengan api sedang. lama dikit juga gak papa sih, asal gak gosong gitu aja.

kalo udah ditiriskan, siapkan cobek dan uleg(lembutkan)…beri garam sedikit aja. uleg hingga halus, tapi gak halus-halus banget juga gak papa, asal tekstur cabe-nya udah kelihatan semrawut. (gak penting juga sih, tapi biasanya, lebih enak kalo diuleg dengan hasil “kasar” alias gak terlalu lembut banget.

setelah yang namanya Sambel tadi usai. maka jadi deh RAWON DerWomen, siapkan taburan bawang merah goreng. dan juga kecambah mini.  gak usah ke tetangga kalo gak punya kecambah mini, pasti gak punya….jadi beli aja sendiri kepasar ato tukang sayur keliling atau kemana deh…..

yo wes…..semoga hasilnya memuaskan……dan kalau sukses kabar-kabari yaa……kalo gagal……..gak mungkin gagal…..di jamin…..dunia akhirrat…..tapi kalo ternyata gagal juga….coba lagi…

bagaimanapun juga kegagalan adalah kesuksesan yang gak datang-datang. jadi sabar dan tekun aja deh!!!!!

    Namanya kue sekotor. Mungkin di daerah lain ada yang menyebutnya KUE LUMPUR. ada yang ditambahi kue lumpur gurih. dan ada pula yang lainnya. sesuai kehendak hati yang membuatnya. bagiku kue sekotor tetaplah kue sekotor.  Walaupun namanya kedengarannya kotor, tapi jika sudah nyampai di mulut rasanya menjadi rekor!!! berikut aku tulis resep sekotor dengan takaran tradisional. tanpa harus di tambah-tambahi unsur modernitas.

     

    Kue Sekotor

    Bahan:

    • Tepung beras 1/2 Kg
    • 2 Butir kelapa : perasan pertama (kani) dan ampas perasan pertama dicampur 6 gelas air dan di peras lagi (kabar)
    • Telur 2 butir
    • Gula secukupnya
    • Untuk isian tergantung selera. bisa tumisan hati ayam, daging sapi, udang dipotong dadu kecil. dan dicampur gorengan bawang merah.
    • mentega untuk olesan.
    • daun seledri
    • Cabe merah besar

    Cara membuatnya:

    1. campur tepung dan Kani, aduk sampai rata. usahakan tidak ada gumpalan-gumpalan.
    2. kocok telur lepas, campur 4 sendok makan gula sedikit demi sedikit. aduk terus hingga rata. kemudian masukkan pada campuran pertama.
    3. Setelah semuanya tercampur, masukkan kabar. tambah garam secukupnya.
    4. aduk dan ukur kekentalannya, jangan kaget kalau hasilnya terlihat encer. memang dari awal terlihat encer. tetapi kalau sudah dituang dan dirasa matang, akan mengeras dengan sendirinya. Ingat! ada campuran tepung dan telur.
    5. Untuk isian, sesuai selera, bisa daging sapi di potong dadu kecil, bisa hati ayam, dan bisa juga daging udang. terserah sih. tetapi pakem yang dipakai biasanya campuran hati ayan dan bawang goreng.
    6. panaskan tatakan/loyang.
    7. jaga agar suhu panasnya tinggi dan stabil. bila dirasa sudah panasnya, olesi dengan mentega agar adonan tidak menempel diloyang.  kemudian tuang adonan yang sudah disiapkan tadi usahakan tidak di tuang penuh. dalam artian nanti adonan bisa mengembang jadi tebal tipisnya, paling enak menurut selara saja.
    8. tutup loyang. agar matang atas dan bawah. jangan lupa menaburi tiap atasnya dengan campuran isi tadi. (disengajakan memang dalam keadaan di tengah-tengah, bukan di lapisan atas)
    9. untuk proses pematangan, tidak bisa diprediksi berapa menit. cara mengetahuinya, cukup di intip. dan lihat, bagaimana warna dasar yang nempel pada loyang, jangan sampai gosong.  paling tidak check pada menit ke 5.
    10. Hati-hati saat mengangkat kue yang sudah matang. karena rentan ponyok. jadi perlakukan seperti saat mengganti popok bayi.
    11. setelah selesai diangkat. hiasi dengan daun seledri dan irisan cabe merah besar.
    12. siap di icip-icip.

    Paling enak dimakan saat ada jamuan. lagi nyantai didepan tv. dan biasanya kue ini hadir saat ada acara kawinan. Jadi, kalau anda hendak menikah, pikirkan lagi……. Kue apa yang hendak anda suguhkan ke para tamu?!!!

    Ayam Goreng Suharti

    AYAM GORENG SUHARTI

    Suharti chicken

    Bahan:

    • Ayam potong 1 ekor, bisa lebih (tergantung situasi)

    • Kunir 2 ruas

    • Bawang putih 10 siung

    • Ketumbar 3 sendok makan

    • Jinten 1 sendok Makan

    • Merica bubuk 1 sendok teh (sajian pedas gunakan 1 sendok makan)

    • Daun Serai 2 Batangan

    • Laos 2 irisan besar

    • Daun Jeruk purut 5 lembar

    • Garam secukupnya

    • Cabe merah besar 5 biji

    • Tomat sayur 3 buah

    • Bawang merah 5 siung

    • Bawang putih 3 siung

    • gula jawa secukupnya

    • terasi secukupnya

    • untuk lalapannya, gunakan gubis, daun kemangi dan kacang panjang.

    Cara Membuatnya:

    • Bumbu bumbu diatas yang hurufnya berwarna merah dihaluskan (agar rasa lebih merasuk, gunakan cobek, kalau malas gak papa menggunakan BLENDER)

    • setelah bumbu tersebut halus, campur dengan air 3 gelas air. Kemudian masukkan ayam yang telah dipotong sesuai ukuran selera. Dan panaskan hingga ayam dalam posisi matang, kurang lebih 14 menit. Gunakan api sedang.

    • Setelah air mendidih, ayam ditiriskan.

    Ayam yang ditiriskan
    • Dan air sisa ayam tadi didinginkan. Karena masih diperlukan.

    • Menunggu ayam tiris. Siapkan Cabe merah besar (goreng jangan sampai kering, agar saat di uleg(dihaluskan) lebih gampang), tomat, bawang putih dan bawang merah kemudian haluskan bersama garam, gula jawa, dan terasi(bila suka) di atas cobek.

    • Di uleg sampai halus. Kemudian di tumis sebentar, hingga baunya harus. Hal ini dilakukan agar sambel tidak mudah basi.

    • Setelah prosesi sambal selesai, siapkan tepung kanji, telur dan penyedap rasa (tergantung selera). Kemudian campur dan tuangi dengan air bekas ayam tadi sedikit demi sedikit. Usahakan adonan jangan terlalu kental dan tidak terlalu encer.

    • Panaskan minyak goreng. Usahakan memenuhi wajan. Bagaimanapun juga, hal ini dikarenakan agar ayam yang hendak digoreng tidak menempel pada dasar wajan.

    • Lumuri ayam yang sudah ditiriskan tadi ke dalam adonan, dan langsung cemplungkan ke penggorengan.

    • Goreng hingga berwarna kuning keemasan. Dan kemudian di tiriskan.

    • Hasil yang bagus biasanya ada keriting-keritingnya.

    suharti chicken2

    • Sedikit tips, untuk sekedar info. Ayam ini bisa tahan paling lama 3 hari, selama sebelum di lumuri adonan dan penyimpanannya di dalam lemari es.

    • Untuk ayam kampung, gunakan air sebanyak 5 gelas.

    • SELAMAT MENCOBA……

    Bongko Kemantin

    Bongko Kemanten

    Bongko Kemanten

    Bahan

     

    • Tebung Ketan 1 ½ Kg

    • Kelapa 3 Butir

    • Gula Pasir 4 Ons

    • Daun Pisang

     

     

    Cara Membuat

     

    • kelapa 1 Butir, di Parut untuk dijadikan Selai(Enten-enten)

    • sisanya yang 2 Butir, diambil santannya.

    • Santan yang perasan pertama di Tumis hingga mengental untuk kemudian dijadikan Siraman

    • Sementara santan yang perasan ke dua di campur air 2 gelas ukuran sedang dan kemudian dipanaskan.

    • Siapkan wadah untuk menguleni adonan yang terdiri dari tepung ketan ditambah dengan garam ½ sdm dan santan yang tadi dipanaskan

    • Setelah adonan kalis, bagilah adonan tadi menjadi tiga bagian dengan diberi pewarna menurut selera anda

    • bentuk ukuran bulat-bulat dengan memberi isi Selai di dalamnya sampai adonan itu habis

    • siapkan daun pisang, untuk membungkus tiga macam bulatan itu dengan di beri Siraman santan yang pertama tadi.

    • Kemudian kukus hingga matang.

    • Dan Bongko Kemanten siap untuk di santap.

     

     

     

    Cara Membuat Selai kelapa(Enten-enten) untuk isian

    • Parutan 1 Butir kelapa tadi di sangrai dengan gula pasir 4 Ons

    • Sangrai hingga kondisi gula menggumpal dengan Parutan kelapa tadi

    • Aduk terus di atas api sedang

    • Dan selai di bentuk menjadi bulat-bulat untuk isian

    Bongko Kemanten

    Keripik Bayem

     

     

    KERIPIK BAYEM

    mendengar kata keripik, mungkin banyak orang mengira bahwa itu pastilah singkong. bisa jadi ketela ataupun benda-benda lazim lainnya yang biasa dijadikan bahan keripik. tetapi ketika mendengar istilah keripik bayem, banyak yang bilang. “memang bisa daun bayem dibuat keripik?………………

    mendengar pertanyaan itu hati ini menjadi sedikit konyol dengan rasa dongkol. why not….. sekian lama berbisnis dengan daun bayem, baru kali itu juga mendengar orang awam yang membuat aku geram…….

    dan walhasil. ketika keripik bayam aku jejalkan ke mulutnya yang tidak bisa mingkem. Matanya berkejer-kejer. merem melek. merasakan kerenyahan yang spicy. Di bilangnya “bener-bener kremes”…….

     

    Buang lidahmu dengan rasa didalam warungan…… yang biasa pun akan menjadi nikmat bila tak pernah merasa nikmat dari yang biasanya yang sering dibilang nikmat.

     

    Kripik bayam

    Bahan:

     

    •  Daun Bayam (Di ambil lembaran daunnya saja)
    • Tepung Beras 1 Kg
    • Minyak Goreng 2 Kg
    • Telur 2 Butir
    • Air secukupnya
    • Garam 2 ½ Sdm
    • Larutan air kapur
    • Daun Bawang 5 Batang
    • Daun Jeruk Purut 10 Lembar

    Bumbu yang Dihaluskan

    • Kunyit 1 Ruas
    • Cabe Rawit 20 Biji
    • Ketumbar 3 Sdm
    • Jinten 3 Sdm
    • Lengkuas 2 potong
    • Kencur 2 Ruas
    • Bawang putih 5 siung

    Cara membuatnya:

     

     

    • Bayam di cuci bersih, pilih daunnya dan kemudian tiriskan. Campur tepung beras, air, santan, telur dan bumbu yang dihaluskan kemudian di aduk sampai rata.

    • Setelah adonan bercampur, masukkan daun bawang dan daun jeruk yang di iris tipis-tipis. Dan ditambah garam secukupnya.

    • Panaskan minyak goreng.

    • Masukkan daun bayam yang telah dilumuri adonan tadi kedalam penggorengan.

    • Goreng hingga berwarna kuning keemasan. Dan kemudian di tiriskan.

    • Setelah itu, Kripik Bayam siap untuk di sajikan.

      bagaimanapun juga tak selamanya keripik itu merugikan…… carikan teman secangkir teh… kopi….atau wedang jahe….. duduk di teras sambil memandang hujan yang turun dengan rintiknya…………..