SATE KELOPO
Di daerah gresik, atau paling tidak di beberapa daerah di jawa timur, sebagian orang mengenal apa itu sate kelopo. Sebuah panganan yang berdasar bahan daging dan parutan kelapa. Yang riwayatnya sudah ada sejak jaman para wali. Dan dari resep tradisional turun temurun rasa dan penampilan telah banyak mengalami proses perubahan. Kalau awalnya dari proses ketidak sengajaan, yaitu menggunakan media parutan kelapa sebagai pembungkus daging yang dibakar di atas arang dengan dibungkus daun kemiri, mengingat rasa yang didapat hanya rasa gurih, efek dari kelapa. Dan bumbu yang sempat di balurkan ke daging. Jadi proses pembumbuan parutan kelapanya terjadi pada saat pembakaran. Mengingat jaman dulu, orang lebih sering memakai daging bayi rusa atau kelinci. Sehingga tekstur empuk sudah di dapat, dan pembakarannya pun akhirnya tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 1,5 jam saja. Maka dari itu jangan heran jika di daerah jawa timur rusa-rusa yang di hutan punah. Maklum saja, daging kambing dan ayam tidak sepopuler daging rusa. Apalagi tidak ada langkah dari mereka untuk pengembang-biakan. Karena mereka hanya bisa berburu dan berburu.
Dan kini lambat laun semua telah berubah. Setelah mengalami proses kulturisasi, akhirnya dengan tangan terbuka saya mendapat resep warisan yang sebenarnya tidak bisa dibilang resep asli. Hanya sebuah resep yang turun temurun. Sate kelopo, berikut komposisinya……(untuk pelatihan saja, maka sebagai percobaan kita gunakan daging ¼ saja. Apabila sudah dirasa cukup mampu, maka bisa gunakan daging lebih dan dengan perbandingan yang pas)
BUMBU DASAR:
Bawang putih 1 bungkul
Bawang merah 3 siung
Ketumbar 1 sendok makan
Jinten ½ sendok makan
Jahe 1 ruas
Laos 1 ruas
Kemiri 5 biji
Kunir/kunyit 1 ruas
Merica secukupnya (1/2 sendok teh)
Cabe merah besar 3 biji
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Penyedap rasa secukupnya
Daun jeruk purut 3 lembar
Kelapa di parut kasar ½ butir
Telur 1 butir
Daging ¼ kg
Daun pisang
Tusuk sate
Pertama kita siapkan daging, kita iris seperti membuat sate namun jangan membentuk dadu, buatlah lebih pipih, agar kematangannya bisa merata. Setelah daging di irisi, baru di simpen di dalam daun papaya, agar supaya lebih empuk.
(TIPS COLONGAN: Haluskan ketumbar 1 sendok teh, bawang putih 5 siung, asem 1 sendok makan, gula 1 sendok teh, dan garam ½ sendok teh. Setelah halus, baru usapi daging tadi dengan bumbu yang telah dihaluskan tadi dan simpen lagi).
Kalaupun dirasa cukup ribet, tak perlu pun tak apa-apa. Hukumnya gak wajib.
Siapkan bumbu dasar dan haluskan semuanya. Usahakan selembut mungkin, lebih baik jangan di blend. Manfaatkan produk lokal. Alias cobek. Pengulekan.
Setelah anda merasakan kelembutan di bumbu yang anda uleg. Taruh kedalam wadah dan masukkan pula daun jeruk purut yang sudah di iris-iris tipis (tipis banget) begitu juga dengan parutan kelapanya dan telur. Tanpa alat sendok atau apapun itu namanya, untuk mengaduk gunakan tangan anda yang bersih, atau paling tidak pakailah sarung tangan plastic atau karet apabila anda menginginkan kesterilan makanan tingkat tinggi. Tapi saran saya, kontak langsung antara tangan dengan bahan adonan bisa membuat rasa menjadi takluk, letakkan sugesti anda dipikiran anda, bahwa anda adalah juru masak yang handal. Tangan anda adalah tangan emas. Jadi masakanmu adalah masakan yang bisa memanipulasi rasa “aneh” menjadi istimewa, Berkat tangan anda. Jadi menggunakan tangan tidak sepenuhnya salah. So, aduk terus uleni terus sampe semuanya rata.
Kemudian masukkan irisan daging tadi dan aduk-aduk sekali lagi(masih tetep gunakan tangan anda). Setelah anda yakin semuanya rata. Sekarang saatnya anda mengambil lagi potongan-potongan daging yang dicampur tadi untuk di tusukkan di tusuk sate. Setidaknya 3-4 potong. Kemudian baluti sate tadi dengan kelapanya. Gunakan tangan anda agar kecekatan kelapanya bisa menempel, inget! Jangan terlalu ditekan, bisa-bisa santannya keluar. Jadi menekan-nekannya dengan kekuatan sedang saja. Setelah daging terbalur rata dengan kelapa baru kemudian bungkus sate dengan daun pisang. Gulungkan daun pisang dan beri pancang dengan biting(pancang kecil dari bambu), kalau gak mau susah, di staples juga bisa, cuman resikonya, bisa kemakan. Cukup ujungnya saja.
Setelah semua selesai. Masukkan semua sate tadi ke tempat pengukusan. Dan kukus selama 1 jam. Setelah dikukus, baru kemudian kita bakar di atas bara arang atau alat panggang (terserah), intinya untuk menghilangkan kandungan air (uap) seperlunya. Dan untuk menciptakan tekstur sate, usahakan daun pisangnya lumayan hangus, setelah terpanggang semuanya. Sate kelopo siap dihidangkan.
(TIPS COLONGAN: buka daun pisang seperlunya, jangan di buka semuanya kecuali memang semuanya di makan saat itu juga. Ada baiknya jika satenya tersisa, daun pisang masih tetap ada, dan bisa disimpan di kulkas. Apabila hendak dikonsumsi lagi, tinggal di panggang atau di oven)
Sate klopo bertahan 2 minggu baiknya di dalam kulkas. Namun disarankan jangan menyimpan lama-lama. Karena resiko kelapa yang mengandung unsur TENGIK. Akan bisa mengubah rasa. Jadi lebih cepat dikonsumsi lebih baik. So, monggo diunjuk!!!!!
sate kelopo asli…..
Mantabbsss




